Petugas Polisi Lalu Lintas giat menjaring para pengguna jalan khususnya roda dua karena sering ditemukan pelanggaran yang terus berulang. Ketika motoran seseorang pasti merasa telah memiliki jalan seutuhnya tanpa pikir ada yang melirik pelanggaran yang dilakukannya. Sampai akhirnya waktu tilang pun tiba ada yang mencoba melarikan diri, debat seputar kerabat pejabat, tidak mengakui kesalahan dsb. Itu semua terjadi bukan karena kebetulan tapi kita tidak memperhatikan hal-hal berikut :

1.Motoran tidak standar

Motoran-tidak-standar---beritajateng
Dok.Beritajateng

Dari dulu hingga jaman now tidak henti-hentinya pelanggaran ini terjadi akhirnya petugas satlantas tidak segan menindak pelanggaran ini seperti : menggunakan knalpot racing, lampu utama warna-warni, tidak memakai spion/spion dilipat (nah ini kebanyakan pengguna motor berfairing) dsb. jelas membahayakan dan tertuang dalam Pasal 52 ayat 2 UU No. 22/2009 tentang lalu lintas dan angkutan di jalan bahwa modifikasi kendaraan tidak boleh membahayakan keselamatan lalu lintas, mengganggu arus lalu lintas serta merusak daya dukung jalan.

 

2.Motoran tidak sesuai aturan

Motoran-tidak-sesuai-aturan---satlantasgarut

Dok.Satlantasgarut

Gak cukup dengan modifikasi kasus lain ketika Satlantas menilang karena Tanda Nomor Kendaraan (plat nomor) yang tidak dipasang, dan dipasang namun bukan nomor registrasi kendaraan melainkan tulisan lain. Jika belum tahu aturan ini, dalam UU No.22/2009 tentang lalu lintas angkutan di jalan bahwa kendaraan tanpa plat nomor yang ditetapkan Polri terancam pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp.500 ribu.

 

3.Motoran tidak perhatikan keselamatan


Motoran-tidak-perhatikan-keselamatan---detikcom

Dok.Detikcom

Ada-ada saja kelakuan ketika motoran di jalan raya, ada yang sengaja tidak pakai helm dengan alasan dekat. Yang lebih nekat ketika motor masuk jalur busway, jalur cepat dan jalur pedestrian yang sangat membahayakan keselamatan. Pasal 106 ayat 2 UU No.22/2009 tentang setiap orang yang mengemudikan kendaraan di jalan wajib mengutamakan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda. Bagi yang belum tahu bila melanggar pasal tersebut dikenakan pasal 284 UU No.22/2009 dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda maksimal Rp.500 Ribu.

Maraknya pelanggaran ketika motoran yang rata-rata bisa membahayakan keselamatan diri, sehingga kita perlu waspada bahwa kecelakaan bisa terjadi meski kita sudah berhati-hati dan apalagi yang kurang safety. Nah, risiko kecelakaan diri akan menambah masalah finansial serta fisik bila tidak terlindungi oleh asuransi kecelakaan diri, sehingga kita perlu siapkan perlindungan kecelakaan diri maupun keluarga dari manfaat Asuransi Kecelakaan Diri dan Keluarga dari ASWATA - Asuransi Terpercaya.

Selamat motoran!

Info lebih lanjut klik di sini


PT. Asuransi Wahana Tata

Kantor Pusat
Jl. H. R. Rasuna Said. C-4, Jakarta 12920
Tel. (021) 5203145, 5203146
Fax. (021) 5203149, 5205222-23
e-mail : aswata@aswata.co.id
website: http://www.aswata.co.id
Logo-Call-Center-4 2018
 

 

otoritas-jasa-keuangan-logo

logo mari 
logo-imac-2017

Logo-AA-Fitch-Ratings 2018