Oleh: DWI WAHYUNI - Wed Apr 18, 2012. 5:45 pm
SURABAYA: Penerapan selection risk perusahaan reasuransi internasional membuat industri asuransi lokal melakukan penyesuaian tarif premi hingga 15%, selain harus melakukan kaji ulang terhadap setiap risiko.
Christian Wanandi, Presdir Asuransi Wahana Tata, menjelaskan musibah Jepang dan banjir Thailand dan wilayah pasifik umumnya membuat banyak perusahaan reasuransi internasional kesulitan pasar. Sebagai dampaknya perusahaan tersebut menerapkan selection risk sangat ketat dan menaikkan tarif premi yang lumayan tinggi.
“Bagi industri asuransi lokal dampak itu membuat kesulitan tersendiri. Mau tidak mau bekerja keras untuk mengkaji ulang risiko dari setiap klien,” ujarnya, seusai meresmikan operasional kantor Regional Timur di Surabaya, Rabu 18 April 2012.
Wahana Tata, misalnya, menurut Christian, sudah menyesuaikan tarif premi yang rata-rata kenaikan 10% hingga 15%. Kenaikannya bergantung dari setiap tingkat risiko. Ada yang perlindungan tertentu kenaikannya sampai 30%, ada yang tidak naik.
“Jadi kalau dirata-rata di kisaran 10% hingga 15%,” ungkapnya.
Dia mengatakan bisnis asuransi pada 2011 dan tahun ini kondisinya tidak sebagus beberapa tahun sebelumnya. Apalagi untuk polis korporasi dan properti. Indonesia dipandang perusahaan reasuransi internasional tergolong berisiko bencana, seperti banjir dan gempa.
Adapun industri asuransi lokal juga tidak dapat mengandalkan sepenuhnya pada perusahaan reasuransi lokal. “Wahana sendiri baru 15% dana kelolanya yang ditempatkan di reasuransi lokal.”
Itu pun, tambahnya, kebanyakan kapasitas perusahaan reasuransi lokal ini masih terbatas. Akan tetapi, meski harus kerja keras dan banyak kendala, Christian tetap optimistis Wahana Tata akan membukukan pertumbuhan premi ataupun jumlah polis.
Per 31 Maret 2012 perusahaan tersebut membukukan penghimpunan premi sebesar Rp342,1 miliar, atau naik 4,6% dari premi bruto periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 327 miliar. Asuransi Wahana Tata membayar klaim Rp 130 miliar. (bas)
http://www.bisnis-jatim.com/index.php/2012/04/18/industri-asuransi-sesuaikan-tarif-premi-15-akibat-penerapan-selection-risk/

