ASWATA-Bedug

Sejak ratusan tahun yang lalu dimana wilayah yang saat ini menjadi perkotaan masih berupa hutan, beduk menjadi alat yang diandalkan untuk membangunkan sahur di bulan puasa.

Ya, membangunkan sahur merupakan budaya yang sudah lama ada di Indonesia, layaknya ragam budaya yang dimiliki oleh Indonesia, cara membangunkan sahur pun berbeda-beda di tiap daerah, namun memukul beduk sahur menjadi budaya yang sangat familiar hampir di setiap daerah.

 

Tradisi membangunkan sahur khususnya di Jakarta lebih terasa ketika Anda tinggal di pemukiman yang mayoritas berpenduduk suku asli Jakarta, yaitu Betawi. Tradisi ini lebih dikenal dengan sebutan Ngarak Beduk atau Beduk Saur. Dalam rombongan sejumlah puluhan orang peserta, baik tua muda maupun anak-anak, masyarakat sekitar tergabung dalam rombongan mengarak beduk untuk membangunkan sahur. Menggunakan gerobak berisi beduk yang ditarik beramai-ramai, rombongan ini akan bersama-sama memukul beduk dan membunyikan genta, rebana dan genjring , berjoget sambil menyanyikan lagu-lagu daerah untuk membangunkan orang sahur.

Namun, ketika budaya Betawi mulai dipengaruhi oleh budaya Tiongkok, orang Betawi menambahkan petasan dalam tradisi membangunkan sahur selain menggunakan beduk. Suara keras yang ditimbulkan petasan dapat membuat orang terkejut dan akhirnya bangun. Alasan inilah yang kemudian digunakan untuk membangunkan orang sahur saat Ramadhan.

Meskipun unik, namun tradisi menggunakan beduk ini di beberapa daerah sudah mulai berkurang terkait larangan membuat gaduh di malam hari yang diatur dalam Pasal 503 angka 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) jo. Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 2 Tahun 2012 tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda Dalam KUHP, yang berbunyi:

“Dengan hukuman kurungan selama-lamanya tiga hari atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 225.000 barangsiapa membuat riuh atau ingar, sehingga pada malam hari waktunya orang tidur dapat terganggu.”

Nah, bagaimana dengan tradisi sahur di daerah Anda? Di wilayah perkotaan yang lebih modern tentu saja masyarakat cukup menggunakan timer di handphone dan jam beker dirumah masing-masing untuk membangunkan sahur. Terlebih dipenghujung bulan puasa saat masyarakat mulai perjalanan mudik yang biasanya diawali pada tengah malam untuk menghindari kemacetan dijalan, membuat acara makan sahur bersama keluarga menjadi agenda khusus saat mudik bareng dilaksanakan. Baik membawa bekal maupun berburu kuliner dijalan tentu sama-sama menambah keseruan bagi seluruh keluarga.

Bila Anda berencana melakukan mudik dengan acara makan sahur selama perjalanan, jangan lupa melengkapi kenyamanan dan keamanan perjalanan mudik dengan Asuransi Kecelakaan Diri Pemudik. Hubungi Sales Office ASWATA terdekat dikota Anda dan dapatkan informasi tentang #mudikaman #cumanceban dari Aswata.

 

Klik gambar Informasi Manfaat, Syarat dan Ketentuan (PSAKDI) PA Mudik 2018

 Web Teaser MudikAman 2018

Lihat Video Ilustrasi Mudik Aman 2018 Cuman Ceban di channel Youtube ASWATA : Mudik Aman 2018


PT. Asuransi Wahana Tata

Kantor Pusat
Jl. H. R. Rasuna Said. C-4, Jakarta 12920
Tel. (021) 5203145, 5203146
Fax. (021) 5203149, 5205222-23
e-mail : aswata@aswata.co.id
website: http://www.aswata.co.id
Logo-Call-Center-4 2018
 

 

otoritas-jasa-keuangan-logo

logo mari 
logo-imac-2017

Logo-AA-Fitch-Ratings 2018