Di dunia yang serba online saat ini, kemudahan bertransaksi memang membawa kenyamanan, tetapi juga membuka peluang bagi pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk menipu. Demi menjaga keamanan dan kenyamanan, Aswata mengimbau seluruh nasabah, mitra bisnis, dan masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan Aswata namun tidak melalui kanal resmi.

 

Aswata menegaskan bahwa semua pembayaran, data, dan transaksi resmi hanya dilakukan melalui kanal resmi perusahaan. Jika Anda menerima komunikasi yang mencurigakan, jangan menindaklanjuti dan segera lakukan konfirmasi atau laporkan melalui kanal resmi Aswata. Langkah sederhana ini dapat melindungi Anda sekaligus memastikan setiap transaksi tetap aman dan terpercaya.

 

Untuk pertanyaan, laporan, atau konfirmasi, silakan gunakan kanal resmi Aswata. Pastikan setiap komunikasi dilakukan melalui sumber resmi. Pelajari Q&A untuk membantu memahami modus penipuan dan langkah yang aman untuk diambil.

 

Dengan selalu waspada, setiap nasabah dapat melindungi diri dan keluarga. Aswata berkomitmen untuk memberikan perlindungan, keamanan, dan kenyamanan, sehingga Anda dapat merasa aman dan percaya dalam setiap layanan.

 

ASWATA-Download  FAQ Seputar Keamanan & Waspada Penipuan
ASWATA-Download SURAT Himbauan Kewaspadaan

  

 

 

Aswata – Asuransi Terpercaya

Jakarta — Memasuki awal 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang masih mungkin terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang masih aktif dan berpotensi berdampak terhadap keselamatan masyarakat serta kelancaran aktivitas sehari-hari.

 

BMKG menjelaskan bahwa kombinasi sejumlah fenomena atmosfer, seperti Madden–Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer ekuator, serta faktor regional di sekitar wilayah Indonesia, berkontribusi terhadap meningkatnya pembentukan awan hujan. Kondisi ini menyebabkan potensi terjadinya cuaca ekstrem masih dapat berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia pada awal tahun 2026. Menyikapi dinamika tersebut, Asuransi Aswata mengimbau masyarakat dan nasabah untuk meningkatkan kewaspadaan serta memastikan perlindungan yang memadai guna meminimalkan risiko terhadap aset dan aktivitas sehari-hari.

Wilayah Berpotensi Terdampak

Secara umum, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk:

  • Sebagian wilayah Sumatera
  • Pulau Jawa
  • Sulawesi
  • Maluku dan Papua

Selain hujan lebat, angin kencang juga berpotensi menyertai kondisi cuaca di sejumlah wilayah tertentu, yang dapat meningkatkan risiko gangguan mobilitas dan kerusakan lingkungan.

Potensi Dampak Cuaca Ekstrem

BMKG mengingatkan bahwa kondisi cuaca ekstrem tersebut berpotensi menimbulkan berbagai dampak, antara lain:

  • Banjir dan genangan air
  • Tanah longsor, khususnya di wilayah rawan
  • Pohon tumbang dan kerusakan infrastruktur
  • Gangguan transportasi darat, laut, dan udara
  • Penurunan jarak pandang akibat hujan lebat

Imbauan dan Komitmen Aswata

Sebagai perusahaan asuransi nasional yang berkomitmen pada perlindungan dan ketenangan nasabah, Asuransi Aswata mengimbau masyarakat untuk:

  • Secara rutin memantau informasi cuaca resmi dari BMKG
  • Meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan, terutama pada kondisi hujan lebat dan angin kencang
  • Mengamankan aset dan properti guna meminimalkan potensi kerugian
  • Mengutamakan keselamatan diri dan keluarga dalam setiap aktivitas

Aswata berkomitmen untuk terus mendukung upaya mitigasi risiko melalui edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan yang tepat. Perlindungan asuransi dari Aswata, termasuk produk Property, Engineering, dan Motor, dapat menjadi langkah preventif dalam menghadapi ketidakpastian risiko, menjaga keberlangsungan aktivitas, dan meminimalkan dampak akibat cuaca ekstrem.


Memasuki Tahun Baru, PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha akan pentingnya memastikan perlindungan aset secara optimal. Pergantian tahun kerap diiringi dengan peningkatan aktivitas, libur panjang, dan kondisi cuaca yang tidak menentu, sehingga potensi risiko yang tidak terduga perlu diantisipasi.

Perlindungan aset menjadi bagian penting dari manajemen risiko, baik untuk aset pribadi maupun aset usaha. Kerusakan atau kehilangan aset dapat berdampak pada stabilitas keuangan dan kelangsungan operasional. Oleh karena itu, perencanaan perlindungan yang tepat sejak awal tahun menjadi langkah preventif yang sangat disarankan.

Aswata menekankan bahwa perlindungan aset bukan hanya soal aspek finansial, tetapi juga mencakup kesiapsiagaan terhadap potensi risiko sehari-hari. Dengan perlindungan yang tepat, risiko dapat diminimalkan, sehingga aktivitas di tahun yang baru dapat berjalan dengan lebih aman dan terencana.

Layanan Aswata Tetap Siaga Selama Libur NATARU

Untuk mendukung kebutuhan nasabah, layanan online Aswata tetap beroperasi selama periode libur Natal dan Tahun Baru (NATARU). Nasabah dapat mengakses layanan kapan pun melalui:

  • Tanya Aswata: 1500 298
  • WhatsApp Vania – Virtual Assistant Aswata: 0811 1500 299

Ajakan Aswata

Aswata mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk memulai tahun baru dengan langkah perlindungan yang tepat, memastikan aset terlindungi, dan tetap waspada terhadap risiko. Dengan perencanaan yang matang dan dukungan layanan yang siaga, mari kita jalani tahun baru dengan rasa aman, optimisme, dan ketenangan.

Dapatkan Informasi produk : 

Asuransi Griya A+

Asuransi Usaha A+

Informasi lebih lanjut hubungi Kantor Sales Office Aswata terdekat

Selamat Tahun Baru!

Lindungi aset Anda, dan awali tahun baru dengan langkah cerdas bersama Aswata.

 

Banjir merupakan salah satu risiko bencana yang kerap terjadi, terutama pada musim hujan dengan curah hujan tinggi. Risiko ini dapat menimbulkan kerusakan harta benda, gangguan operasional, serta membahayakan keselamatan jiwa.

PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah antisipatif guna meminimalkan risiko banjir, khususnya menjelang periode pergantian tahun. Panduan berikut memberikan acuan lengkap bagi masyarakat dalam menghadapi potensi banjir, baik sebelum, saat, maupun setelah terjadi.

Panduan Antisipasi Sebelum Terjadi Banjir

Persiapan sebelum banjir menjadi langkah utama untuk mengurangi risiko dan mempercepat pemulihan di rumah. 

  1. Pantau Informasi Cuaca dan Peringatan Dini
    • Ikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah.
    • Tetapkan alarm peringatan banjir dan pastikan seluruh anggota keluarga memahami prosedur evakuasi.
  2. Amankan Dokumen Penting
    • Simpan KTP, KK, paspor, sertifikat rumah, dan polis asuransi di tempat aman dan kedap air.
    • Buat salinan digital sebagai backup.
  3. Lindungi Barang Berharga dan Elektronik
    • Pindahkan peralatan elektronik dan furnitur ke lantai atas.
    • Gunakan kotak kedap air untuk barang kecil bernilai tinggi.
  4. Periksa Saluran Air dan Lingkungan Rumah
    • Bersihkan selokan, talang, dan pembuangan air agar aliran air lancar.
    • Pastikan area sekitar rumah bebas dari sampah atau benda yang bisa menyumbat saluran.
  5. Siapkan Tas Siaga Bencana
    • Isi dengan air minum, makanan siap saji, obat-obatan, senter, baterai cadangan, power bank, pakaian ganti, masker, dan perlengkapan P3K.
  6. Antisipasi Risiko Listrik dan Gas
    • Pastikan saklar listrik dan gas dapat dimatikan dengan cepat jika air mulai naik.
  7. Rencana Evakuasi Keluarga
    • Tetapkan titik kumpul keluarga di lokasi aman.
    • Kenali jalur evakuasi terdekat dan lokasi pengungsian resmi.
  8. Langkah Pencegahan Fisik Rumah
    • Gunakan karung pasir pada pintu dan bukaan rumah untuk mengurangi masuknya air.
    • Pasang tanggul mini jika memungkinkan pada area rawan banjir.

 

 

 

Panduan Tindakan Saat dan Sesudah Terkena Banjir

Ketahui apa yang harus dilakukan saat dan sesudah terkena banjir untuk mengurangi risiko dan mempercepat pemulihan di rumah. 

  • Evakuasi segera ke tempat aman jika air terus meningkat.
  • Hindari berjalan atau berkendara di area banjir.
  • Jauhi instalasi listrik dan peralatan elektronik yang terendam air.
  • Gunakan alas kaki dan sarung tangan saat membersihkan rumah.
  • Bersihkan rumah secara bertahap, buang barang yang rusak, dan pastikan ventilasi udara memadai.
  • Dokumentasikan kerusakan rumah dan barang untuk keperluan klaim asuransi.
  • Periksa kondisi kesehatan seluruh anggota keluarga setelah banjir.

Layanan Aswata untuk Nasabah
Dalam menghadapi risiko banjir, Aswata siap 24 jam untuk memberikan bantuan dan informasi bagi nasabah:

  • Tanya Aswata (Call Center): 1500-298
  • Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
  • Whatsapp Virtual Assistant (Vania): 0811-1500-299

Banjir adalah risiko yang memerlukan kewaspadaan tinggi, terutama menjelang periode pergantian tahun. Dengan langkah antisipatif yang jelas dan tindakan pencegahan fisik yang tepat, masyarakat dapat meminimalkan kerugian material serta menjaga keselamatan jiwa. PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) senantiasa hadir untuk memberikan perlindungan dan pendampingan yang andal bagi seluruh nasabah dalam menghadapi berbagai risiko, termasuk risiko banjir.

Banjir merupakan salah satu risiko bencana yang kerap terjadi, terutama pada musim hujan dengan curah hujan tinggi. Risiko ini dapat menimbulkan kerusakan harta benda, gangguan operasional, serta membahayakan keselamatan jiwa.

PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) mengimbau para pelaku usaha untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah antisipatif guna meminimalkan risiko banjir, khususnya menjelang periode pergantian tahun. Panduan berikut memberikan acuan lengkap bagi para pelaku usaha dalam menghadapi potensi banjir, baik sebelum, saat, maupun setelah terjadi.

Panduan Antisipasi Sebelum Terjadi Banjir

Persiapan sebelum banjir menjadi langkah utama untuk mengurangi risiko dan mempercepat pemulihan tempat usaha.

  1. Identifikasi Risiko Lokasi Usaha
    • Evaluasi area rawan banjir, termasuk ketinggian muka air sungai, saluran air, dan sistem drainase di sekitar lokasi usaha.
  2. Amankan Dokumen dan Data Usaha
    • Arsip fisik sebaiknya disimpan di tempat tinggi dan aman dari air.
    • Buat backup digital secara berkala untuk semua data usaha penting.
  3. Lindungi Aset dan Peralatan Usaha
    • Pindahkan mesin, stok barang, peralatan, dan inventaris ke lantai atas atau lokasi aman.
    • Gunakan kotak kedap air untuk barang penting.
  4. Periksa Sistem Drainase dan Bangunan
    • Pastikan saluran air, talang, dan pompa bekerja optimal.
    • Periksa kondisi atap, fondasi, dan struktur bangunan.
  5. Rencana Darurat Operasional
    • Susun prosedur evakuasi karyawan, pengamanan aset, dan langkah darurat untuk memulihkan operasional.
    • Tetapkan tahapan kondisi waspada, siaga, hingga darurat, beserta penanggung jawab untuk setiap tahapan, agar respon lebih cepat dan efektif.
  6. Periksa Perlindungan Asuransi
    • Pastikan semua aset dan aktivitas usaha terlindungi oleh polis asuransi.
    • Kenali prosedur klaim agar bisa dilakukan segera saat terjadi banjir.
  7. Langkah Pencegahan Fisik Tempat Usaha
    • Gunakan karung pasir pada pintu dan bukaan bangunan.
    • Pasang dinding atau tanggul penahan banjir di lokasi rawan.
    • Gunakan pintu anti banjir untuk area produksi dan utilitas.
    • Pasang pompa pengendali banjir sebagai sistem pendukung untuk mengurangi genangan.
    • Pertimbangkan peninggian lantai gudang atau area penyimpanan stok agar terhindar dari kerusakan.

 



Panduan Tindakan Saat dan Sesudah Terkena Banjir

Ketahui apa yang harus dilakukan saat dan sesudah terkena banjir untuk mengurangi risiko dan mempercepat pemulihan tempat usaha.

  1. Pastikan karyawan aman dan mengikuti prosedur evakuasi.
  2. Hentikan sementara operasional jika kondisi membahayakan.
  3. Periksa bangunan, instalasi listrik, mesin, dan peralatan sebelum digunakan kembali.
  4. Dokumentasikan seluruh kerusakan dan gangguan operasional.
  5. Ajukan klaim asuransi sesuai prosedur polis.
  6. Susun rencana pemulihan operasional dan inventaris secara bertahap.

Layanan Aswata untuk Nasabah
Dalam menghadapi risiko banjir, Aswata siap 24 jam untuk memberikan bantuan dan informasi bagi nasabah:

  • Tanya Aswata (Call Center): 1500-298
  • Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
  • Whatsapp Virtual Assistant (Vania): 0811-1500-299

Banjir adalah risiko yang memerlukan kewaspadaan tinggi, terutama menjelang periode pergantian tahun. Dengan langkah antisipatif yang jelas dan tindakan pencegahan fisik yang tepat, para pelaku usaha dapat meminimalkan kerugian material serta menjaga keselamatan jiwa. PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) senantiasa hadir untuk memberikan perlindungan dan pendampingan yang andal bagi seluruh nasabah dalam menghadapi berbagai risiko, termasuk risiko banjir.

 

Menjelang akhir tahun, peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia perlu menjadi perhatian bersama. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan bencana banjir yang dapat berdampak pada keselamatan masyarakat, kerusakan aset, serta terganggunya aktivitas dan operasional usaha.

 

PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah antisipatif guna meminimalkan risiko banjir, khususnya dalam menghadapi periode pergantian tahun.

 

Sebagai bagian dari mitigasi risiko, penyusunan rencana tanggap darurat banjir yang jelas dan terstruktur menjadi hal yang penting. Rencana tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar, termasuk ketinggian muka air sungai, saluran air, maupun sistem drainase. Penetapan tahapan kondisi waspada, siaga, hingga darurat, beserta penanggung jawabnya, diharapkan dapat mempercepat respon dan mengurangi potensi kerugian.

 

Selain perencanaan, langkah pencegahan fisik juga dapat dilakukan, antara lain dengan penggunaan karung pasir pada area pintu dan bukaan bangunan, pemasangan dinding atau tanggul penahan banjir di lokasi rawan, serta pemanfaatan pintu anti banjir pada area produksi dan utilitas. Pompa pengendali banjir dapat digunakan sebagai sistem pendukung untuk mengurangi genangan air, sementara peninggian lantai gudang menjadi solusi preventif untuk melindungi stok barang dari risiko kerusakan.

 

Layanan Aswata Tetap Beroperasi Selama Libur NATARU

 

Di tengah potensi peningkatan risiko bencana akhir tahun, Aswata memastikan bahwa layanan online tetap beroperasi selama periode libur Natal dan Tahun Baru (NATARU). Komitmen ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan informasi dan pelayanan nasabah tetap dapat diakses.

 

Nasabah dan masyarakat dapat menghubungi:

  •     Tanya Aswata: 1500 298
  •     WhatsApp Vania – Virtual Assistant Aswata: 0811 1500 299

 

Melalui kewaspadaan dan langkah antisipasi yang tepat, diharapkan dampak risiko banjir jelang pergantian tahun dapat diminimalkan, sehingga keselamatan, aset, dan keberlangsungan aktivitas tetap terjaga.​

ASWATA-Download Tips Pencegahan Banjir disini. 

Indonesia menghadapi potensi kondisi cuaca ekstrem menjelang akhir tahun 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau dan mengeluarkan peringatan dini terkait kemunculan bibit siklon tropis yang dapat memengaruhi cuaca nasional dalam beberapa minggu mendatang. (The Jakarta Post)


BMKG telah mengidentifikasi bibit siklon tropis di sejumlah kawasan perairan, termasuk di selatan Indonesia. Fenomena ini berpotensi menyebabkan intensifikasi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di wilayah terdampak. Tingginya potensi cuaca ekstrem ini mendorong BMKG untuk mengimbau masyarakat dan otoritas setempat agar tetap waspada dan memantau perkembangan cuaca secara berkala. (The Jakarta Post)

Informasi resmi BMKG menunjukkan bahwa bibit siklon tropis dapat terbentuk di perairan selatan Indonesia, termasuk bibit yang terpantau di Samudra Hindia dan Laut Arafura. Sistem-sistem cuaca ini berpotensi meningkatkan curah hujan serta fenomena angin dan gelombang tinggi di beberapa provinsi di Indonesia. (BMKG)

Dampak Potensial pada Aktivitas Sosial dan Ekonomi
Potensi hujan lebat dan cuaca buruk berkepanjangan dapat berdampak pada:

  •     Kegiatan sehari-hari masyarakat, terutama di daerah pesisir dan dataran rendah
  •     Transportasi dan logistik, termasuk pelayaran dan penerbangan
  •     Pertanian dan sektor usaha, yang sangat bergantung pada kondisi cuaca
  •     Risiko banjir, longsor, dan kerusakan infrastruktur di kawasan rawan

 


Fenomena semacam ini bukan hanya meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, tetapi juga menegaskan perlunya ketahanan terhadap gangguan operasional, perlindungan aset, dan kesehatan masyarakat. Menanggapi ancaman ini, perlu adanya:

  •     Peningkatan literasi risiko bencana di masyarakat
  •     Koordinasi antarlembaga dan komunitas lokal dalam mitigasi dan respon darurat
  •     Perlindungan aset dan kontinuitas usaha melalui solusi asuransi yang tepat


Implementasi strategi proteksi yang matang dapat membantu individu maupun pelaku usaha menjaga kelangsungan aktivitas di tengah ketidakpastian cuaca ekstrem.

Tetap Waspada dan Diperbarui
BMKG terus memperbarui informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini, sehingga masyarakat dan pemangku kepentingan dapat merencanakan langkah antisipatif secara proaktif. Informasi terkini dapat diakses melalui kanal resmi BMKG dan aplikasi cuaca terpercaya. (BMKG)

Sumber :

  • “BMKG flags cyclone risk, extreme weather during year-end holidays” — The Jakarta Post (Desember 2025) (The Jakarta Post)
  • Prospek cuaca BMKG mengenai bibit siklon tropis dan potensinya terhadap cuaca signifikan di Indonesia — BMKG (Desember 2025) (BMKG)
ASWATA-Download Surat Himbauan Cuaca Ekstrem 
 

Jakarta, 8 Desember 2025 – Asuransi Wahana Tata (Aswata) kembali mencetak prestasi membanggakan pada ajang Infobank Top 100 CEO & The 200 Future Leaders Forum 2025 yang mengusung tema “The Heart of Leadership – The Future Depends on What You Do Today.” Acara ini menjadi forum kepemimpinan tahunan yang mempertemukan pemimpin sektor keuangan, regulator, dan profesional industri dalam membahas tantangan serta masa depan kepemimpinan di era digital.

 

Konteks Forum: Kepemimpinan di Era Transformasi Digital

Industri keuangan saat ini berada di tengah disrupsi teknologi dan perubahan cepat. Data Infobank dan regulator menunjukkan:

  • 70% lembaga keuangan telah mengintegrasikan transformasi digital dan sustainability finance.
  • 93% telah berinvestasi dalam digital leadership dan strategi berbasis data.

 

Forum ini menghadirkan tokoh nasional seperti Agus D.W. Martowardojo, Eko B. Supriyanto, Prof. J. Soedradjad Djiwandono, serta Ignasius Jonan yang meluncurkan buku Leadership - Thinking & Practice. Diskusi berfokus pada bagaimana pemimpin masa kini membentuk strategi, kebijakan, dan inovasi untuk menghadapi dinamika bisnis dan generasi tenaga kerja baru. Di tengah konteks tersebut, dua pemimpin Aswata menerima penghargaan penting yang menegaskan komitmen perusahaan terhadap pengembangan kepemimpinan.

 

Dok.Aswata: Ibu Irene Khalim - Department Head Underwriter Property & Engineering Aswata menerimakan penghargaan Top Young CEO 2025

 

Penghargaan untuk Bapak Christian Wirawan Wanandi – President Director PT. Asuransi Wahana Tata yang dianugerahi Top Young CEO 2025 atas kontribusinya memimpin transformasi Aswata menuju perusahaan yang lebih modern, agile, dan digital-driven. Pencapaian ini mencerminkan kapasitas beliau dalam:

  • mempercepat digitalisasi layanan,
  • meningkatkan pengalaman pelanggan,
  • memperkuat pemanfaatan data dalam pengambilan keputusan,
  • membangun organisasi yang adaptif dan inovatif.

Penghargaan ini menempatkan beliau sebagai salah satu pemimpin muda paling berpengaruh di industri asuransi nasional.

 

Dok.Aswata : Bapak Adrian Wirjanata - Director Aswata menerima penghargaan The Future Leader 2025 

 

 

Penghargaan untuk Bapak Adrian Wirjanata – Director PT. Asuransi Wahana Tata yang menerima penghargaan The Future Leader 2025, sebuah apresiasi bagi calon pemimpin masa depan yang menunjukkan visi, ketajaman analitis, serta komitmen terhadap transformasi berkelanjutan.
Beliau dinilai memiliki kapasitas untuk menjawab tantangan industri, terutama dalam penguatan fondasi organisasi dan kolaborasi lintas unit.

 

Dok.Aswata : Bapak Adrian Wirjanata - Director Aswata berpose dengan penghargaan The Future Leader 2025 dan Ibu Irene Khalim - Department Head Underwriter Property & Engineering Aswata berpose dengan penghargaan Top Young CEO 2025

 

Prestasi ini menegaskan posisi Aswata sebagai perusahaan yang konsisten mengembangkan talenta dan kepemimpinan masa depan. Keberhasilan dua pemimpin Aswata ini menjadi motivasi bagi seluruh #InsanAswata untuk terus berinovasi, memberikan layanan terbaik, dan menjaga relevansi perusahaan dalam ekosistem industri keuangan yang terus berkembang. 

Selamat & Sukses Aswata di Industri Asuransi Umum di Indonesia.

Jakarta, 8 Desember 2025 — Dunia industri asuransi nasional kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Bapak Rudy Wanandi, Komisaris Utama PT Asuransi Wahana Tata (Aswata), menerima penghargaan bergengsi “National Insurance Industry Resilience Leader” dalam ajang BIG 40 Awards, perayaan 40 tahun perjalanan Bisnis Indonesia sebagai salah satu media ekonomi dan bisnis paling terpercaya di tanah air.

 

Penghargaan ini diberikan kepada para tokoh, institusi, dan inovator yang dinilai turut mendorong kemajuan ekonomi nasional melalui visi strategis, kepemimpinan kuat, serta kontribusi nyata dalam membangun ekosistem bisnis yang berdaya saing.

 Dok.Aswata : (Kanan) Bapak Rudy Wanandi -Komisaris Utama PT Asuransi Wahana Tata berfoto bersama dalam penghargaan National Insurance Industry Resilience Leader Big 40 Awards 2025

 

Apresiasi atas Kepemimpinan dan Ketangguhan Industri

Dalam momen penganugerahan yang akan digelar pada Senin, 8 Desember 2025 di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Bapak Rudy Wanandi dinobatkan sebagai pemimpin yang berhasil menjaga ketahanan, keberlanjutan, serta pertumbuhan industri asuransi umum di tengah dinamika ekonomi yang cepat berubah.

 

Selama kepemimpinannya, Aswata konsisten memperkuat fondasi perusahaan melalui inovasi layanan, peningkatan kualitas manajemen risiko, digitalisasi proses bisnis, serta komitmen terhadap standar tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Langkah ini menjadikan Aswata mampu mempertahankan kinerja solid sekaligus memberikan layanan terbaik bagi nasabah di seluruh Indonesia.

 

Dok.Aswata : Bapak Rudy Wanandi -Komisaris Utama PT Asuransi Wahana Tata berpose dengan penghargaan National Insurance Industry Resilience Leader Big 40 Awards 2025

 

Makna BIG 40 Awards bagi Aswata

BIG 40 Awards tidak hanya menjadi seremoni penghargaan, tetapi momentum refleksi empat dekade perjalanan Bisnis Indonesia dalam mendukung ekosistem bisnis nasional. Setiap penerima penghargaan dipilih karena komitmen dan kontribusi mereka dalam menghadirkan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan industri masing-masing.

Pengakuan ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi Aswata untuk terus menghadirkan layanan asuransi yang relevan, adaptif, dan dapat diandalkan oleh masyarakat.

 

Komitmen Aswata ke Depan

Aswata tetap berkomitmen untuk menjadi perusahaan asuransi umum yang modern, terpercaya, dan berorientasi pada nasabah melalui inovasi produk, transformasi digital, serta budaya pelayanan yang unggul. Penghargaan ini menjadi penegasan atas perjalanan panjang perusahaan selama lebih dari enam dekade dalam melayani kebutuhan perlindungan masyarakat dan dunia usaha.

Selamat & Sukses Aswata di Industri Asuransi Umum di Indonesia.

Jakarta, 3 Desember 2025 – Asuransi Wahana Tata (Aswata) kembali menyelenggarakan Sharing Session yang kali ini mengangkat topik strategis: “Turning Cash Flow Challenges Into Growth Opportunities.” Acara ini dihadiri para nasabah setia Aswata dan menghadirkan narasumber ahli dari Coface, perusahaan global yang berfokus pada asuransi kredit perdagangan.

 

Dok.Aswata: Bapak Christian Wirawan Wanandi - Presiden Direktur Aswata memberikan opening speech pada Sharing Session

 

Pentingnya Pengelolaan Risiko Pembayaran di Era Ketidakpastian

Dalam lanskap bisnis yang semakin dinamis dan kompetitif, perusahaan tidak hanya dituntut untuk meningkatkan penjualan, tetapi juga memastikan pembayaran dari pelanggan berjalan lancar. Risiko gagal bayar atau piutang macet masih menjadi salah satu ancaman terbesar dalam rantai pasok dan stabilitas keuangan perusahaan.

Satu saja piutang bermasalah dapat menimbulkan efek domino yang mengganggu arus kas, menekan operasional, bahkan mengancam keberlanjutan usaha. Di tengah kondisi pasar yang tidak menentu, kebutuhan akan strategi manajemen risiko yang kuat menjadi semakin mendesak.

 

Dok.Aswata: Foto Bersama Bapak Christian Wirawan Wanandi - President Director Aswata dengan Mr. Peter Solomon – Chief Commercial Officer, Coface Asia Pacific dan Ibu Marsinta Mutiara – Business Leader Coface Indonesia didampingi oleh Bapak Gana Adhitya - Marketing & Sales Corporate Director Aswata dan Bapak Adrian Wirjanata - Technical Director Aswata

 

Trade Credit Insurance: Solusi Strategis Mengelola Risiko Pembayaran

Salah satu solusi yang semakin banyak dilirik pelaku usaha adalah Trade Credit Insurance (TCI) atau Asuransi Kredit Perdagangan. Produk ini bukan hanya berfungsi sebagai proteksi finansial, tetapi juga merupakan instrumen strategis untuk mengelola risiko kredit secara proaktif.

Melalui TCI, perusahaan dapat:

  • Memberikan termin pembayaran lebih fleksibel kepada pelanggan tanpa meningkatkan risiko.
  • Menjaga kelancaran arus kas karena potensi kerugian akibat gagal bayar ditanggung oleh pihak asuransi.
  • Meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata lembaga keuangan maupun investor.

Lebih dari itu, TCI memberikan kepercayaan diri bagi pelaku usaha untuk berekspansi, memasuki pasar baru, dan menjalin kerja sama dengan pelanggan yang sebelumnya dianggap berisiko.

 

Dok.Aswata: Foto bersama dengan seluruh peserta Sharing Session

 

Sesi Interaktif Bersama Coface

Para peserta mendapatkan pemaparan mendalam dari Ibu Marsinta Mutiara – Business Leader Coface Indonesia, tim Coface, serta Mr. Peter Solomon – Chief Commercial Officer, Coface Asia Pacific. Mereka menjelaskan mekanisme kerja TCI, manfaat nyata bagi perusahaan, hingga studi kasus sukses dari berbagai industri.

Sesi diskusi juga berlangsung aktif. Peserta memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan tantangan yang mereka hadapi, bertanya langsung kepada para ahli, dan menggali solusi yang dapat diterapkan pada bisnis masing-masing. Antusiasme tinggi ini mencerminkan betapa relevannya topik TCI terhadap kondisi ekonomi saat ini.

 

Komitmen Aswata untuk Ekosistem Bisnis yang Lebih Tangguh

Dalam acara ini turut hadir Bapak Christian Wirawan Wanandi – President Director Aswata, didampingi Bapak Gana Aditya Tantyowiyogo – Director Aswata. Melalui kegiatan ini, Aswata menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis bagi para nasabah dalam menghadapi risiko bisnis secara lebih terencana dan berkelanjutan.

Sharing session ini diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya pengelolaan risiko kredit, sekaligus menjadi bekal berharga dalam mengambil keputusan bisnis yang lebih cerdas di tengah volatilitas pasar.

 

📌 Klik disini untuk informasi lebih lanjut mengenai Trade Credit Insurance.

 

 


PT. Asuransi Wahana Tata

Kantor Pusat

Jl. H. R. Rasuna Said. C-4, Jakarta 12920
Tel. (021) 5203145, 5203146
Fax. (021) 5203149
e-mail : aswata@aswata.co.id
website: http://www.aswata.co.id
soc-ig soc-fb soc-in soc-yt

Vania--Tanya-Aswata

 
 otoritas-jasa-keuangan-logo
 Logo-AA-Fitch-Ratings 2018