Banjir merupakan salah satu risiko bencana yang kerap terjadi, terutama pada musim hujan dengan curah hujan tinggi. Risiko ini dapat menimbulkan kerusakan harta benda, gangguan operasional, serta membahayakan keselamatan jiwa.
PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) mengimbau para pelaku usaha untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah antisipatif guna meminimalkan risiko banjir, khususnya menjelang periode pergantian tahun. Panduan berikut memberikan acuan lengkap bagi para pelaku usaha dalam menghadapi potensi banjir, baik sebelum, saat, maupun setelah terjadi.
Panduan Antisipasi Sebelum Terjadi Banjir
Persiapan sebelum banjir menjadi langkah utama untuk mengurangi risiko dan mempercepat pemulihan tempat usaha.
- Identifikasi Risiko Lokasi Usaha
- Evaluasi area rawan banjir, termasuk ketinggian muka air sungai, saluran air, dan sistem drainase di sekitar lokasi usaha.
- Amankan Dokumen dan Data Usaha
- Arsip fisik sebaiknya disimpan di tempat tinggi dan aman dari air.
- Buat backup digital secara berkala untuk semua data usaha penting.
- Lindungi Aset dan Peralatan Usaha
- Pindahkan mesin, stok barang, peralatan, dan inventaris ke lantai atas atau lokasi aman.
- Gunakan kotak kedap air untuk barang penting.
- Periksa Sistem Drainase dan Bangunan
- Pastikan saluran air, talang, dan pompa bekerja optimal.
- Periksa kondisi atap, fondasi, dan struktur bangunan.
- Rencana Darurat Operasional
- Susun prosedur evakuasi karyawan, pengamanan aset, dan langkah darurat untuk memulihkan operasional.
- Tetapkan tahapan kondisi waspada, siaga, hingga darurat, beserta penanggung jawab untuk setiap tahapan, agar respon lebih cepat dan efektif.
- Periksa Perlindungan Asuransi
- Pastikan semua aset dan aktivitas usaha terlindungi oleh polis asuransi.
- Kenali prosedur klaim agar bisa dilakukan segera saat terjadi banjir.
- Langkah Pencegahan Fisik Tempat Usaha
- Gunakan karung pasir pada pintu dan bukaan bangunan.
- Pasang dinding atau tanggul penahan banjir di lokasi rawan.
- Gunakan pintu anti banjir untuk area produksi dan utilitas.
- Pasang pompa pengendali banjir sebagai sistem pendukung untuk mengurangi genangan.
- Pertimbangkan peninggian lantai gudang atau area penyimpanan stok agar terhindar dari kerusakan.
Panduan Tindakan Saat dan Sesudah Terkena Banjir
Ketahui apa yang harus dilakukan saat dan sesudah terkena banjir untuk mengurangi risiko dan mempercepat pemulihan tempat usaha.
- Pastikan karyawan aman dan mengikuti prosedur evakuasi.
- Hentikan sementara operasional jika kondisi membahayakan.
- Periksa bangunan, instalasi listrik, mesin, dan peralatan sebelum digunakan kembali.
- Dokumentasikan seluruh kerusakan dan gangguan operasional.
- Ajukan klaim asuransi sesuai prosedur polis.
- Susun rencana pemulihan operasional dan inventaris secara bertahap.
Layanan Aswata untuk Nasabah
Dalam menghadapi risiko banjir, Aswata siap 24 jam untuk memberikan bantuan dan informasi bagi nasabah:
- Tanya Aswata (Call Center): 1500-298
- Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
- Whatsapp Virtual Assistant (Vania): 0811-1500-299
Banjir adalah risiko yang memerlukan kewaspadaan tinggi, terutama menjelang periode pergantian tahun. Dengan langkah antisipatif yang jelas dan tindakan pencegahan fisik yang tepat, para pelaku usaha dapat meminimalkan kerugian material serta menjaga keselamatan jiwa. PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) senantiasa hadir untuk memberikan perlindungan dan pendampingan yang andal bagi seluruh nasabah dalam menghadapi berbagai risiko, termasuk risiko banjir.


