JAKARTA. Niat Asuransi Wahana Tata memperbesar porsi asuransi ritel belum berjalan sesuai rencana. Sampai akhir tahun, perusahaan asuransi kerugian ini memperkirakan, kontribusi asuransi ritel mereka baru mencapai 17%-20% dari total perolehan premi.
Tadinya, Wahana Tata menargetkan, porsi asuransi ritel mencapai 25% di akhir tahun. Saat ini, kontribusi terbesar bisnis Wahana Tata masih berasal dari segemen korporasi, mencapai 85%.
Wahana Tata tertarik membesarkan asuransi ritel karena menilai perusahaan asuransi belum menggarap segmen ini secara maksimal. "Dengan jumlah penduduk Indonesia 230 juta orang dan ekonomi membaik, ritel adalah pasar potensial," kata Christian Wahandi, Direktur Utama Asuransi Wahana Tata.
Untuk menggaet nasabah ritel, Wahana Tata bakal meluncurkan beberapa produk lagi. Produk paling anyar Wahana Tata adalah Wahana Kirana dan Wahana Kencana. Masing-masing merupakan produk asuransi kebakaran dan kendaraan bermotor, menjaring 200 hingga 300 polis per bulan.
Salah satu upaya yang dilakukan Wahana Tata untuk menarik nasabah ritel adalah menggandeng PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) untuk sistem pembayaran virtual account. Kelak, setiap pemegang polis Wahana Tata akan mendapat satu akun yang memungkinkan mereka membayar premi di setiap cabang dan ATM BCA, maupun melalui internet banking.
Hingga September lalu, Wahana Tata mencatat pertumbuhan premi 42% menjadi Rp 935 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 656,3 miliar. Dengan pendapatan premi itu, Wahana Tata baru mencapai 73% dari target pendapatan premi tahun ini Rp 1,28 triliun.
Bisnis Wahana Tata yang terbesar adalah asuransi properti sebesar 40%, menyusul kendaraan bermotor 35%, dan rangka kapal 15%.
Direktur Keuangan Asuransi Wahana Tata Eddy Chandra menambahkan, klaim yang dibayarkan hingga kuartal ketiga lalu hanya Rp 300 miliar. "Menurun dari Rp 500 miliar di periode yang sama tahun lalu, karena tahun lalu banyak bencana alam," ujarnya.
Hingga akhir September, aset Wahana Tata mencapai Rp 1,26 triliun, tumbuh 40,4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sebagian besar aset ditanam di instrumen pasar uang sebanyak 60%. Sisanya, di reksadana, obligasi, dan saham. "Kami berharap imbal hasil 7% sampai akhir tahun," pungkas Eddy, yang mengaku konservatif dalam berinvestasi.

http://keuangan.kontan.co.id/v2/read/1318462246/79841/Target-pasar-Ritel-Wahana-Tata-meleset


PT. Asuransi Wahana Tata

Kantor Pusat

Jl. H. R. Rasuna Said. C-4, Jakarta 12920
Tel. (021) 5203145, 5203146
Fax. (021) 5203149, 5205222-23
e-mail : aswata@aswata.co.id
website: http://www.aswata.co.id
soc-ig soc-fb soc-in soc-yt

Vania--Tanya-Aswata

 
 otoritas-jasa-keuangan-logo  logo mari
 Logo-AA-Fitch-Ratings 2018