JAKARTA - Bisnis.com: PT Asuransi Wahana Tata berencana mendirikan unit usaha syariah pada tahun depan. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Keuangan Aswata Eddy Candra pekan lalu.

Dia mengatakan perseroan belum menggarap unit bisnis asuransi syariah karena keterbatasan sumber daya manusia yang memahami seluk-beluk asuransi dengan prinsip syariah.

Selain itu, kata dia, asuransi dengan prinsip syariah memiliki ketentuan yang berbeda dengan usaha asuransi konvensional.

“Kami akan membahas rencana tersebut saat RUPS tahun ini. Tetapi, saya belum bisa memastikan jika nanti akan mendirikan unit usaha atau mengakuisisi perusahaan asuransi syariah lain,” jelasnya.

JAKARTA - Bisnis.com: Pendapatan premi bruto PT Asuransi Wahana Tata meningkat (Aswata) sebesar 66% menjadi Rp565 miliar pada Januari-Mei 2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Aswata juga memperoleh laba sebelum pajak sebesar Rp36 miliar atau tumbuh 30% hingga Mei 2011.

Direktur Utama Aswata Christian W.Wanandi mengatakan perolehan tersebut ditunjang oleh pertumbuhan produk asuransi properti, kendaraan bermotor, dan pengangkutan laut. Asuransi properti berkontribusi sebesar 38%, kendaraan bermotor 29%, dan pengangkutan laut 15%.

“Perseroan fokus meningkatkan performa ketiga produk tersebut, terutama asuransi properti dan kendaraan bermotor. Asuransi properti tumbuh pesat hingga 40% sedangkan kendaraan bermotor sebesar 60% pada tahun lalu,” ujarnya, kemarin.

Dia menuturkan perkembangan industri otomotif sepanjang 2010 berpengaruh besar terhadap pertumbuhan asuransi kendaraan bermotor. Namun, dia mengakui bencana gempa bumi di Jepang turut berdampak kepada bisnis perseroan walau tidak signifikan.

JAKARTA - Bisnis.com: PT Asuransi Wahana Tata membayar klaim asuransi kecelakaan diri sebesar US$390.000 kepada enam kru pesawat Merpati Nusantara MA-60 yang jatuh di Papua Barat pada awal Mei.

Direktur Pemasaran Aswata M.Th. Ratnawati mengatakan perseroan akan membayar klaim kepada keluarga awak Merpati Nusantara MA-60 pada esok hari.

Perseroan pun menanggung klaim pengangkutan laut dan penebusan awak kapal MV Sinar Kudus yang disandera perompak Somalia pada April lalu.

“Kami harus membayar klaim paling telat akhir bulan ini. Klaim yang dibayar mencapai sekitar US$4 juta,” ungkapnya, hari ini.

Namun, lanjut dia, jumlah klaim bruto perseroan hingga Mei 2011 justru turun 8% menjadi Rp227 miliar dari Rp247 miliar pada periode yang sama. Bencana gempa bumi dan tsunami di Padang, Sumatera Barat menyebabkan klaim pada 2010 meningkat.

BANDUNG, TRIBUN - Ternyata, nilai pencairan klaim asuransi selama 2010, angkanya sangat fantastis. Sebagai patokan, nilai klaim asuransi yang dicairkan sebuah perusahaan asuransi swasta nasional, PT Asuransi Wahana Tata, mencapai ratusan miliar rupiah.

BANDUNG, TRIBUN - Demi terciptanya laju pertumbuhan, setiap industri, termasuk sektor asuransi, pastinya, mematok target kinerja. Begitu pula dengan PT Asuransi Wahana Tata. Direktur Utama PT Asuransi Wahana Tata, Christian Wanandi, mengutarakan, tahun ini, pihaknya menargetkan terjadinya peningkatan.

TEMPO Interaktif, Bandung - Perusahaan Asuransi Wahana Tata menargetkan penghimpunan premi pada 2011 meningkat 35 persen atau sekitar Rp 1,22 triliun dibandingkan realisasi 2010 yang mencapai Rp 930 miliar. Selain itu, proyeksi laba ditargetkan mencapai Rp 100 miliar.

"Kami menargetkan menjadi masuk lima besar perusahaan asuransi di Indonesia, walaupun belum IPO," ujar Christian Wanandi Presiden Direktur PT Asuransi Wahana Tata saat peluncuran produk baru asuransi kendaraan dan rumah di Bandung, Jawa Barat. Senin (11/1).


PT. Asuransi Wahana Tata

Kantor Pusat
Jl. H. R. Rasuna Said. C-4, Jakarta 12920
Tel. (021) 5203145, 5203146
Fax. (021) 5203149, 5205222-23
e-mail : aswata@aswata.co.id
website: http://www.aswata.co.id
Logo-Call-Center-4 2018
 

 

otoritas-jasa-keuangan-logo

logo mari 
logo-imac-2017

Logo-AA-Fitch-Ratings 2018