Ngabuburit merupakan sebutan yang hangat di masyarakat saat menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Ngabuburit bermula dari sebuah kata burit dari bahasa sunda, yang berarti sore atau mendekati saat tenggelamnya matahari. Dalam kamus ekabahasa sunda, ngabuburit bermakna menunggu saat berbuka puasa sambil bekerja, bermain, berolahraga semata-mata agar melupakan rasa lapar dan dahaga sampai tiba waktu Maghrib.

 

Dahulu, ngabuburit semacam kegiatan anak-anak yang pergi mengaji ke Mesjid di sore hari pada bulan suci Ramadhan sebagai aktivitas positif untuk menunggu berbuka. Namun sekarang, ngabuburit diisi dengan melancong ke tempat ramai di sekitar lingkungan tempat tinggal atau sekedar berbelanja aneka takjil untuk berbuka puasa. Nah bagaimana jika aktivitas ngabuburit tetap asyik dan bermanfaat? Lihat informasi berikut ini :

ASWATA-Bedug

Sejak ratusan tahun yang lalu dimana wilayah yang saat ini menjadi perkotaan masih berupa hutan, beduk menjadi alat yang diandalkan untuk membangunkan sahur di bulan puasa.

Ya, membangunkan sahur merupakan budaya yang sudah lama ada di Indonesia, layaknya ragam budaya yang dimiliki oleh Indonesia, cara membangunkan sahur pun berbeda-beda di tiap daerah, namun memukul beduk sahur menjadi budaya yang sangat familiar hampir di setiap daerah.

Takjil-Kurma

 

Tradisi takjil yang sangat populer di bulan Ramadhan diartikan sebagai hidangan untuk berbuka puasa, terutama makanan dan minuman manis yang disantap sebelum berlanjut ke menu utama. 

Mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), takjil berarti mempercepat (buka puasa). Hal ini sesuai dengan akar katanya dalam Bahasa Arab, yakni ajila atau menyegerakan. Jadi maksud Ta'jil/Takjil adalah penyegeraan membatalkan puasa dengan makanan pembuka.

 

Menurut tradisi, buah kurma sebagai makanan pembuka yang harus dikonsumsi terlebih dahulu karena selain manis kurma juga banyak manfaatnya. Bisa jadi, awal mula kata takjil terbentuk karena orang-orang Arab menyegerakan berbuka puasa dengan kurma. Sehingga, kurma dianggap sebagai salah satu jenis takjil, yang kemudian berkembang menjadi makanan dan minuman kecil untuk memulai berbuka puasa. 

ASWATA turut ambil bagian pada kegiatan sosialiasi tanggap darurat yang diadakan pada tanggal 13 Mei 2018 di Auditorium Gereja MBK, Jakarta Barat. Dengan mengangkat tema “Siap Selamat Dari Bencana : Gempa dan Kebakaran” sukses diangkat oleh juru bicara Bapak Prasetyanto dan Tim Relawan Daya Dharma kepada seluruh tamu undangan yang hadir.

 

ASWATA-X-GEREJA-MBK

Foto Bersama Peserta dengan Panitia Sosialiasi Tanggap Darurat Bencana Gereja Maria Bunda Karmel dan Tim SO ASWATA Puri Kembangan (Foto : Dok. Aswata)

 

ASWATA-X-TOTAL-MUDIK-AMAN-2018

Memasuki bulan Ramadhan TOTAL & VANIA - Virtual Assistant ASWATA, bagi-bagi GRATIS Asuransi Kecelakaan Diri Pemudik senilai Rp.10jt apabila terjadi meninggal dunia atau cacat tetap, dengan perlindungan di sepanjang bulan Juni 2018.


PT. Asuransi Wahana Tata

Head Office
Jl. H. R. Rasuna Said. C-4, Jakarta 12920
Tel. (021) 5203145, 5203146
Fax. (021) 5203149, 5205222-23
e-mail : aswata@aswata.co.id
website: http://www.aswata.co.id

Vania--Tanya-Aswata

 
 otoritas-jasa-keuangan-logo  logo mari
 Logo-AA-Fitch-Ratings 2018